Cari Blog Ini

Senin, 25 Oktober 2010

Sepenggal Cerita dari dalam Batin

Haha! Bukan gambar KAITO kali ini!

Hmmm... gimana ya.. cara menjelaskannya?

Sepertinya sejak pemindahan tempat duduk terjadi ke-tidak konsisten-an suasana status pertemanan. Seperti roller coaster, ke atas dan ke bawah.

Kadang-kadang gw senang karena mempunyai teman baru, tetapi kadang-kadang gw juga sebal karena merasa teman lama perlahan-lahan diambil.

Kenapa sih, jarang ada orang yang cocok sekali menjadi teman gw? Ada yang 50% cocok, tapi jarang yang 80% ke atas. Menurut gw, Satvika, Ibu, Ayah, dan kedua kakak gw 80%, dan adik gw 85%. Yang lainnya biasanya 50-75%. (Tapi kadang-kadang suka naik turun juga!)

Mungkin gw kaya gini karena sedang ada konflik. Karena satu kata: "rahasia". Sepertinya salah satu teman dari gw terlalu obsesif terhadap rahasia, sedangkan gw terlalu obsesif untuk membuka rahasia. Janji juga gw nggak suka. Jadi rahasia + janji = sangat menjengkelkan. Itu juga menjadi alasan mengapa gw tidak suka kejutan.

Ibu gw juga punya rahasia. Tentang KB-lah. Sesingkat itu saja. Ibu gw nggak menjelaskan detailnya. Sampai gw udah punya anak dan mungkin mengalami KB-pun ibu gw nggak mau menjelaskan. Kenapa? Itu rahasia-nya ibu. Gw bisa nebak sih, tapi sepertinya ada dua saat penting dimana rahasia harus benar-benar dilakukan; di depan orang jahat dan di depan layar komputer saat teraktivasi ke jaringan Internet.

Aneh. Tadinya gw ingin membicarakan soal komik "Umu Unciek" tapi malah ngomongin rahasia. Ya, tadi gw konflik karena komik tersebut. Ya... gimana ya? Gw emang sensitif, ya! Okay, okay! Begini, ya! "Umu Unciek" (ngomong-ngomong klik bannernya ya! Bagus deh!)ditambah tokoh lebah bernama "Bee", yaitu versi "Umu Unciek"nya Satvika. Sebenarnya, dia nggak mau muncul dikomik itu, tapi teman-teman yang lainnya yang bikin. Terus gw merasa sebel banget karena merasa disingkirkan, sampai Satvika bilang dia belum memuat tokoh "Bee" di komik itu. Nah, gw merasa enak... sampai beberapa menit sebelum waktu salat Zuhur.

Satvika ngomongin ide mengenai nama grup tokoh-tokoh di "Umu Unciek". Terus dia terus mengatakan kata "lima" melulu! Ya, kesannya mereka nyingkirin gw! Seharusnya 'kan kita (satu kelompok teman di kelas) berjumlah enam orang termasuk gw. Tapi malah lima. Habis itu gw melampiaskan kemarahan gw kemana-mana. Diperparah lagi saat gw lihat teman gw yang satu membisiki Satvika terus menerus! Yang gw dengar sih, "Kita diami dia" atau semacam itu. Tapi mungkin gw melakukan kelampiasan karena ingin sebuah penjelasan.

Itulah saatnya teman yang suka membisik-bisik membawa gw ke kamar mandi. Dia menjelaskan apa yang dibisik-bisiknya itu. Gw kira rahasia! Tapi kalau bukan, kenapa dibisik-bisik, bukannya ngomong secara langsung? (Dia bereaksi, "emangnya membisik haram". sebenarnya maksud gw nggak kaya gitu! Tapi kurang masuk akal!)

Dan sepertinya gw tau kalau dia mempunyai perasaan negatif terhadap gw meskipun gw memaksa dia untuk menjawab apakah dia marah ke gw atau nggak tapi dia menjawab "nggak". Kan kalau mulutnya ditutup biasa giginya kelihatan. Tapi kalau dia melihat gw, mulutnya dipaksa menutup sehingga giginya nggak keliatan lagi dan matanya setengah tertutup. Dan karena dia berani berbohong (nggak seperti gw), sepertinya dia memang punya perasaan negatif terhadap gw. Kalau nggak marah, kecewa.

Emang gw sering mengalami seperti ini sejak pemindahan tempat duduk itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar