Cari Blog Ini

Senin, 31 Januari 2011

Kawaii Desu~

Maaf untuk menjadi sok orang Jepang, dan ini Part Four dari The Chronicles of SMP Putra I Jakarta. Gw akan menceritakan seseorang adik kelas yang membuat gw berteriak "KAWAII DESU~!!!"

Ya... ada kandidat untuk memilih BPH OSIS. Saat itu calon BPH OSIS keluar dengan baju "kekanak-kanakan". Tetapi ada yang tampangnya sangat kekanak-kanakan sehingga dia membuat gw sangat gemes! Iya, gw emang seseorang yang tertarik dengan anak-anak kecil yang tidak menyebalkan seperti gw. Gw paling suka bayi normal yang baru lahir sih.

Nah, lanjut dengan topiknya... dia anak perempuan kecil yang rambutnya diikat dua. Dia memakai ya, slippers dan overall berwarna pink. Dia juga nggak begitu tinggi, malah menurut gw dia lebih kecil dari pada adik gw (yang juga lucu). Intinya dia lucu!

Suaranya keras untuk cewek yang berbadan kecil, tapi tetap lucu! X3

Sabtu, 29 Januari 2011

Si Kera Putih


Aneh ya...

Gw melihat buku Ramayana di perpus saat gw sedang tidak bisa salat. Setelah itu gw memikirkan seekor wanara (kera) putih... Anoman. Atau Hanoman ya? Atau Hanuman? Ah udalah! Intinya karena memikirkan dia, gw langsung mengambil buku tersebut dan mencari bagian yang ada si wanara putih itu.

Kemudian gw mulai membaca dari saat Anoman (iya, di buku itu tertulis namanya "Anoman") disuruh Ramawijaya untuk pergi ke tempatnya Dewi Shinta ditangkap di Alengka. Saat itu Anoman berserta kawan-kawan kera (wanara)nya mulai berangkat. Mereka sempat masuk ke gua pada kawasan musuh. Akibatnya mereka setengah buta.

Terus, ada adegan-adegan keren banget dari Anoman! Kekuatan kukunya pancanakanya mantap! Saking mantapnya, sampai kelihatan dari wayangnya Anoman! Kelihatan banget kuku pancanakanya. Wanara lainnya kaga' punya loh. Dengan kuku pancanakanya bersama triwikrama dan anginnya, dia membunuh banyak monster dalam perjalanannya menuju ke Alengka.

Tetapi kekerenannya nggak sampai situ aja. Dia juga sempat ngamuk-ngamuk merusak taman Alengka, setelah itu membunuh banyak raksasa pula! Ya... dengan kekuatannya lah... Terus saat dia mau dibakar dia juga akhirnya melemparkan batu-batu api sehingga kerajaan Alengka terbakar.

Sepertinya gw cocok memainkan Anoman dalam operet untuk perpisahan. Selain gw menyukainya, gw juga pintar ngamuk-ngamuk.

Tau nggak kenapa gw memikirkan Anoman saat gw melihat buku Ramayana di perpus? Ya... gw suka ama Anoman gitu. Pertama kali gw melihat Anoman saat dia menjadi maskot untuk Taman Mini, tapi gw nggak tau kalo dia Anoman. Beneran deh! Terus, saat gw ke Bali saat gw lagi kelas lima, nah ini yang membuat gw mempunyai pandangan khusus ke Anoman.



Gw ke GWK malem-malem untuk menonton acara Kecak. Terus gw melihat manusia berkostum monyet (ya, saat itu gw memikirkan dia sebagai monyet). Beberapa saat kemudian, gw melihat dia dibakar-bakar (ya, intinya ada api deh)!. Orang tersebut bergerak sangat lincah. Gw tiba-tiba merasa iba dengan dia karena setelah dia melakukan aksi-aksi keren tersebut, dia tampak kecapean. Setelah sudah selesai, di kepala gw ada diaaaaaaaaaaa aja melulu. Penasaran gw nanyain ke kakak gw namanya siapa? Kakakku menjawab bahwa namanya "Hanoman". Gw berusaha mengingat namanya dengan memikirkan kata "tanaman".

Beberapa minggu/bulan kemudian saat gw di pulau Jawa, gw nyari-nyari Anoman, terus gw langsung memperhatikan barang-barang yang berhubungan dengan Anoman, seperti Wayang Golek, Baljeet sebagai HanumanMan, sampai ke mainan PC yang ada Anomannya!

Nah, lanjutkan setelah gw menemukan buku Ramayana dan gw asyik-asyik membacanya! Setelah itu, gw langsung mencari-cari Anoman lagi, dan menonton Sita Sings the Blues. Selain itu, gw nonton video Anoman Obong, Ramayana the Epic trailer, sama Hanuman: The White Monkey Warrior trailer.

Udah deh, gw harus melanjutkan tugas makalah gw!

Rabu, 26 Januari 2011

Tema yang Gw Nggak Suka!

Part Three dari The Chronicles of SMP Putra I Jakarta, gw akan menceritakan mengenai tema foto kelas gw Kelas IXD untuk Buku Tahunan.

Wali kelas kita bingung untuk mencari tema Kelas. Jadi, wali kelas kita membagikan kertas untuk pemilihan tema.

Tema-temanya gw lupa, yang gw ingat adalah Sports, Cosplay (ide gw), Flight Attendance, Garden Party, Cowboys and Indians dan...

Travelling.

Beneran deh, gw bingung kenapa orang pada memilih Travelling. Habis gw aja bingung pakai apa. Masa' cuma pake baju bebas doang ama koper. Kalau mau jalan-jalan (travelling) 'kan pakaiannya macam-macam. Pakai baju pernikahan juga bisa dikatakan berjalan-jalan jika sedang naik mobil!

Mau tau gw milih apa? Gw pengen Cosplay sih, mumpung gw ingin cosplay Kaito. Tapi karena mahal (orang-orang juga nggak mau), gw ingin Cowboys and Indians, karena bisa ke DuFan sekalian. Tapi karena kalau memilih Sports kita ke Gelora Bung Karno, tempat yang gw nggak pernah datang, gw milih itu. Eh, ternyata milih Travelling karena kalau ke Gelora Bung Karno MAHAL.

-___________________________________-

Bingung harus pake apa.

Senin, 24 Januari 2011

Mary Sue


Hal ini terlintas di kepala gw saat gw tidak lolos ke babak selanjutnya dalam kompetisi Writing Test hari ini.

Yah, setelah dipikir-pikir, yang menang hampir SMP Penabur melulu saat kompetisi. Terus, peringkat 1 tryout yang kedua sama dengan yang pertama. Di kayak pintar segala-galanya, terus dia udah pintar, altetik pula! Dia juga bisa bergaul dengan baik, tidak ada masalah sosial.

Gw jadi mikir-mikir, jika Allah telah menciptakan orang masing-masing dengan kekurangan dan kelebihan, kenapa ada orang seperti kusebut tadi: pintar, atletik, pandai bergaul? Juga dengan anak Penabur. Apakah kekurangan mereka? Mereka tampak dapat melakukan segalanya. Guru-guru gw aja nggak ada yang tahu kelemahan anak-anak Penabur apa.

Gw tahu kelebihan dan kekurangan Dina: Kelebihannya adalah wawasannya luas, pandai bergaul, dan kadang-kadang bijaksana. Kekurangannya ada pada pelajaran eksakta. Menurut gw Dina lebih pantas di jurusan IPS daripada IPA. Kalau sejarah ama geografi dia suka banget!

Kalau gw sendiri... ya tau lah! Namanya juga diri sendiri! Kalau kelebihan gw adalah... uh... pintar Bahasa Inggris. Ah! Tapi 'kan gw nggak lolos kompetisi! Kalau gambar. Iya, kayaknya kelebihan gw pada bidang menggambar. Gw juga suka bersemangat dalam menghadapi sesuatu. Tapi nggak selalu ya! Gw juga paling suka makan (alah, emangnya makan itu kelebihan) dan paling elastis di antara kakak-adik gw. Kalau kelemahan, ya sudah jelas. Gampang marah, emosi, ceroboh, susah berlari, pendek. Ya...

Tau nggak kenapa judulnya "Mary Sue"? Mary Sue adalah sebutan untuk jenis tokoh yang sangat sempurna. Ditambah kelebaian tentunya, seperti mata berwarna pelangi, rambut mengkilauan seperti bintang di langit, punya pacar 10 dalam sejam, dan sebagainya.

Tapi kadang-kadang gw suka menganggap orang yang "sempurna" di hadapan gw seperti Mary Sue, padahal sebenarnya nggak.

Mm... sepertinya Allah telah mentakdirkan gw untuk berkonsentrasi untuk belajar untuk PSB bulan Februari ini.

Minggu, 23 Januari 2011

Makalah yang Membingungkan

Part Two dari The Chronicles of SMP Putra I Jakarta, gw akan menceritakan mengenai tugas yang diberikan untuk Bahasa Indonesia: karya ilmiah dalam bentuk makalah.

Makalah... gw memang ingin mengerjakannya. Tapi kayaknya kalau hanya dikasih 2 minggu repot juga, habis gw masih ada les dan sebagainya. Gw juga harus tes pemilihan siswa baru Februari ini!

Tadinya gw ingin membuat Makalah tentang Vocaloid secara luas, tapi kata gurunya harus yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia (yah...), jadi gw merubahnya menjadi tentang lirik lagu yang dibuat oleh program Vocaloid (yang berbahasa Indonesia).

Rencananya gw ingin membahas unsur lirik lagu Vocaloid, jadi gw meminjam buku dari perpus. Buku tersebut mengenai puisi, karena lirik lagu berhubungan dengan puisi. Apalagi lagu kesukaan gw Sayang. Itu 'kan asalnya dari puisinya Mbak/Kak/Bu yuyun.

Kalau sekarang... gw baru Bab I. Belum kata pengantar atau judul. Menyedihkan ya... Terus gw harus mengambil lirik dari video-video di YouTube, dan itu merepotkan.

Semoga aja gw dapat menyelesaikan makalah ini sebelum due date-nya.

Jumat, 21 Januari 2011

Tryout

Part One of The Chronicles of SMP Putra I Jakarta, gw akan menceritakan mengenai sekolah gw dimana gw habis tryout. Tryoutnya pada susah-susah. Ya... nggak begitu susah, tapi ada yang tidak bisa dikerjakan!

Untuk saat ini, gw hanya mengetahui bahwa Bahasa Inggris gw dapat ya... bukan peringkat 1. Sungguh pukulan berat bagi gw kalau turun dari 96 menjadi 94 (astaga, kayaknya lebay deh, dikit amat perbedaannya). Udah deh. Tapi orang-orang pada tahu nilai mereka pada pelajaran lain apa! Seperti salah satu teman gw yang menangis saat nilai Tryout MTKny dapat 30-an ternyata katanya naik menjadi 40-an.

Terus ada yang mengganggu gw saat Bahasa Indonesia. Pasti kalau gw merasa benar, malah dibilang salah. Kayak kata guru bahasa Inggris gw: Bahasa tidak ada jawaban pastinya. Malah makin sebel aja...

Dan... gw sudah membeli celengan berbentuk kaleng hari ini untuk menabung uang untuk membeli Vocaloid! Akan aku isi sampai berat banget dan mendapatkan akun Paypal.

Kamis, 20 Januari 2011

Rencana Gue untuk Menjadi "Producer"


Aku ingin banget jadi Producer, yaitu orang yang membuat lagu-lagu dari Vocaloid. (Bukan men-cover lagu ya! Itu beda lagi!) Gw bercita-cita sebagai seorang Producer dengan Vocaloid Kaito yang menggambar gambarnya sendiri untuk mendampingi lagu tersebut.

Rencana gw begini. Gw sudah bikin beberapa lirik lagu untuk dinyanyikan oleh Vocaloid (khususnya Kaito). Lagu gw yang rencananya akan dinyanyiin oleh Kaito adalah lagu tentang es krim dan lagu mengenai kemarahannya terhada masternya yang menyiksanya (mental dan fisik).

Terus tau 'kan kalau Kaito ingin punya Appendnya sendiri? Nah, gw akan menunggu agar dia dirilis. Habis jika gw punya Kaito Vocaloid1 tanggung banget, mendingan menunggu versi Vocaloid2/3nya. Gw ingin menyimpan uang nih untuk beli Kaito Append. Jadi gw menunggu untuk mendapatkan akun Paypal sekaligus untuk mengadakan comission (jual) gambar. Kalau keluarga gw nggak yakin jika gw pandai membuat karya musik, gw download aja Pocaloid dulu, agar gw bisa meyakinkan mereka agar aku dapat menghasilkan karya dengan Vocaloid.

Lihat aja nih! Pake Kaito Vocaloid1 untuk membuat dia nyanyi "Jingle Adem Sari" aja lebih dari 500 pengunjung, terus juga dimasuki ke dalam forum Kaskus. Ya, maksudnya gw dapat memakai Vocaloid dengan baik, 'kan?

Senin, 17 Januari 2011

Hatsune Mix



Iya, gw (pake "gw" lagi...) pernah membaca Hatsune Mix sebelum menyukai Kaito secara fangirl. *sigh*

Sebelum gw menyukai Kaito secara fangirl, gw membaca Hatsune Mix sampai chapter Mermaid Mix, dimana Miku menjadi putri duyung dan Kaito menjadi pangerannya.

Terus, habis gw menonton Cendrillon dan mulai menyukai Kaito, gw membaca lanjutan dari Hatsune Mix. Kaitonya ya... ada adegan sweet dari dia dan Meiko, terus Kaito telah membuat Miku marah, terus dia juga pernah bertindak seperti persepsi gw mengenai karakter Kaito pada Graduation Mix.

Habis itu muncullah Chapter Painful Mix, dimana kita melihat Gakupo, Vocaloid Jepang non-Crypton berrambut ungu panjang yang kulitnya juga kuning seperti Kaito. Dia tampil sebagai tokoh yang (sok) keren bergaya yakuza. Terus Kaito juga berpenampilan KEREN di situ, apalagi saat dia marah saat melihat Gakupo ngomong-ngomong dengan Rin dan Meiko.

Tapi, sepertinya penggambar manga (doujinshi) tersebut bernama KEI tidak membuat Kaito begitu keren karena saat dia marah... dia juga "mengatai" Meiko dan Rin sebagai "wanita setengah baya" dan "gadis berdada rata", terus mereka berdua langsung menghajar Kaito ke atas langit.

Rasanya ingin membunuh Meiko dan Rin... dan Hatsune Miku... mungkin aku akan menghajar KEI juga gara-gara dia membuat Hatsune Miku dapat menakutkan Gakupo tetapi Kaito tidak bisa gara-gara mereka berdua yang jelek seperti Sandy Cheeks saat menghajar SpongeBob pada episode saat siput SpongeBob bertarung dengan siput Squidward dan batu Patrick...

Ah... tapi nggak apa-apa, tergantung penulisnya dong. Para Vocaloid 'kan tidak mempunyai penentuan watak dan kepribadian, jadi kita dapat mengaturnya sendiri. Gw sih... bikin Kaito jadi orang baik. Kadang-kadang suka dijahili oleh Hatsune Miku, tetapi dia tetap sayang dengan Miku.

Udalah! Selesai dengan post ini! Gw sampai marah-marah tau!

Minggu, 16 Januari 2011

Berpacaran


"Rahmeeen: aduh bingung mau komen apa donk? udah punya pacar belum!? *3* onegai"

Berpacaran... aku belum berpacaran (ah udalah mulai sekarang pake "aku" bukan "gw" lagi!).

Mengenai berpacaran, aku belum diperbolehkan oleh orang tua untuk berpacaran. Katanya lebih baik saat aku sudah kuliah. Aku juga setuju sih dengan orang tua. Habis hasrat cinta ku suka tidak menentu. Terus aku sangat malu ama cowok, aku pernah mengalami pengalaman berat dengan mereka dulu.

Tapi kenapa ya teman-teman aku pada berpacaran? Gw ada teman meskipun orang tuanya tidak memperbolehkan dia untuk berpacaran tetap berpacaran... secara diam-diam.

Aku juga berpikir jika aku punya pacar, aku akan terlalu obsesif kepada dia. Ya... karena usiaku yang remaja ini. Beberapa anak remaja biasanya juga bertindak seperti itu. Makanya aku tunggu sampai aku sudah dewasa.

Sabtu, 15 Januari 2011

Cerita Judgement of Corruption



Gw abis membaca terjemahan lirik Judgement of Corruption loh! Mungkin bagi yang kurang memahami Bahasa Inggris, gw akan menceritakan nih!

Lagu tersebut menceritakan seorang hakim muda bertalenta yang amat tampan bagaikan bulan purnama... kayaknya gw berlebihan deh. Terus dia suka disuap, ya dia emang pengen sih. Dia rela kok disuapi, tapi bukan disuap makanan loh. Disuap UANG! Dia (Hakim Gallerian Marlon played by KAITO) disuap agar tidak membuat pelaku pidana bersalah. Kayak di berita-berita Indonesia loh!

Terus tau nggak kalo Kaito Gallerian Marlon SAAAAAAAAAAAYAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG banget dengan bonekanya. Katanya, jika dia ama boneka (menurut lagu Miniature Garden Girl oleh Hatsune Miku) yang dipanggilnya "anaknya" dia tidak merasa kesepian. So sweet ya! Terus sebagian uang hasil suapannya dipakai untuk "anaknya". Gila gw suka banget dengan hubungan mereka berdua meskipun salah satu dari mereka hanya boneka.

OK, lanjutkan cerita. Gallerian Marlon disuap oleh seorang jendral yang akan dihukum mati karena melakukan pembunuhan masal. Wah, wah, wah... Gara-gara penyuapan tersebut, terjadilah perang, dan jendral tersebut pun tewas. Setelah itu rumah Marlon dibakar (sepertinya karena penyuapan-penyuapan tersebut). Marlon pun terbakar dengan "anaknya".

Nah, ini bagian menarik. Biasanya 'kan lagu-lagu "Seven Deadly Sins" berakhir setelah kematian tokoh utama. Lagu ini lebih jauh lagi! Sampai ke dunia akhirat (kayaknya sih)! Di sana ia bingung kalau dia masuk neraka atau surga, terus karena dia suka dengan hartanya, dia bilang kepada master of the hellish yard bahwa dia enggan memberikan uang (menyuap) kepadanya. Setelah itu dia dikirim ke neraka, tapi dia berharap bahwa neraka tersebut dapat menjadi "utopia" bagi dia dan "anaknya" setelah mengumpulkan dosa-dosanya.

Aduh... gara-gara gabungan Sayang dan Judgement of Corruption, aku jadi ingin bikin pasangan Kaito x Gayus nih! Maksudnya bikin fanart gitu! Tapi jangan melakukan aksi teror kepada saya ya!

Kamis, 13 Januari 2011

Maaf ya, sibuk banget!



Tahu nggak sih kalau gw udah menjadi anak kelas 9, yang mau menjadi anak SMA yang lebih dianggap orang dewasa daripada anak SMP, yang memakai rok/celana berwarna abu-abu kebiruan itu? Makanya gw sangat sibuk sekarang. Banyak tugas, dan ya... banyak tugas! Gw juga harus belajar untuk seleksi murid baru dan Ujian Nasional pada akhir April ini. Waktu jadi mepet banget, jadi gw jadi nggak sering ke Internet. Paling hari Sabtu-Minggu.

Terus kata Ibu Wakil Kepala Sekolah anak kelas 7 dan 8 rencananya akan ke Bali untuk pariwisata! WTH!? Kita aja angkatan ke-20 belum pernah ke tempat sejauh itu untuk pariwisata! Terus, gw pingin banget ke Bali, ya... sambil mendengarkan lagu Sayang. Gw juga ingin main-main ama monyet di Bali lagi... (Iya, gw pernah ke Bali sebelumnya, tapi saat itu gw lagi dalam stress, jadi tidak semenyenangkan dengan yang seharusnya).

Oh yeah, ntar jangan kaget ya jika ada blog mengenai SMP gw. Soalnya gw ditugaskan untuk membuat 5 post mengenai sekolah gw.

Rabu, 05 Januari 2011

Pertama Kali Aku Les Privat



Hari ini gw les privat. Yah... rada menegangkan. Gurunya cowok. Iya, gw emang suka malu kalau ama cowok. Ada sejarahnya loh, jangan salah! Terus gurunya juga pernah mengajar kakak-kakakku sebelumnya, tapi SMA (gw SMP). Tapi baik, kok! Ga seperti video di atas. Terus gurunya juga memang mengajariku hal-hal yang baru.