Cari Blog Ini

Senin, 21 Februari 2011

Emo Time


Aku
Terhina dan tidak berguna
Lebih rendah daripada monera
Tidak mempunyai masa depan cerah
Tidak ada sekecil pun harapan
Lebih pantes menjadi sampah
Lebih pantes dikasih berak
Lebih pantes menjadi berak

Mendingan aku menjadi ibu rumah tangga
Mendingan aku menjadi pembantu keluarga
Mendingan aku menjadi penjual narkoba
Nggak, mendingan aku nggak kerja
Ikut kaum pengangguran
Menjadi pengemis tak berdaya
Meninggalkan cita-cita
Tak kuat jiwa atau raga
Sampai mati aja nggak dilihat
Busuk pun kaga dilihat juga
Jasat diambil saat tinggal tulang
Tulangnya pun dibawa entah kemana

Dikira akan diterima di surga
Malah dikirim ke neraka
Karena aku lalai bekerja
Karena aku lalai berusaha
Karena aku telah menyerah
Karena aku pasrah aja...

Ah! Ada Apa?
Kenapa aku menjadi gila
Hanya karena nggak diterima
Sekolah yang didirikan swasta?

Karena...
Kalau di sekolah negeri aku merasa
Akan dihina oleh senior tua
Dimaki-maki oleh teman
Guru tidak memperhatikan
Peduli siswa bukan sifat mereka
Peduli hanya pada uang saja
Itu kata seorang teman
Yang sebimbel dengan mereka
Yang belajar di sekolah
Yang dibayar oleh negara

Oleh karena itu dia bilang
Bahwa aku cocok untuk swasta
Karena emosiku belum jnak
Emosiku masih harus diawas

Kalau yang lain yang nggak diterima
Masih mendingan

Karena,

Mereka sudah menjinakkan emosi.

Karena,

Mereka tidak gampang marah.

Karena,

Mereka susah dipengaruhi syetan.

Ya Allah yang Maha Kuasa
Apakah Engkau membaca puisi hamba?
Hamba sedang dalam krisis berat
Apakah Hamba akan ditimpa bencana
Hamba tidak tahu masa depan
Hanya Engkau yang tahu, Ya Allah.


Gw baru bikin puisi ini hari ini. Sama yang berbahasa Inggris ini:

CRUSHED HOPES
SMASHED HOPES
RIPPED HOPES
BURNED HOPES
BROKEN HOPES
RUINED HOPES
KILLED HOPES
DEAD HOPES
VANISHED HOPES
NO HOPE


Terima kasih kalian udah baca! Berikan komentar yang bagus, yah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar